Bukan sekedar Himpunan, tapi sebuah Rumah.
Ketika saya pertama kali menjalani peran ini, saya menyadari satu hal penting. Memimpin organisasi yang masih muda berarti memimpin di tengah ketidakpastian. Tidak semua sistem sudah mapan. Tidak semua tradisi sudah terbentuk. Banyak hal belum memiliki rujukan, sehingga keputusan sering kali lahir dari proses mencoba, gagal, lalu memperbaiki.
Di situlah perjalanan kepengurusan ini bermula.
Himpunan Mahasiswa Jurusan Bisnis Digital bukan hanya ruang aktivitas, tetapi ruang pembentukan. Ia membentuk cara kami bekerja, berkomunikasi, dan menyikapi perbedaan. Mengelola 59 pengurus dengan latar belakang, ritme, dan ekspektasi yang beragam mengajarkan saya bahwa kepemimpinan bukan tentang mengatur segalanya agar sempurna, melainkan tentang menjaga agar semua tetap berjalan, meski tidak selalu ideal.
Ada fase-fase ketika organisasi bergerak cepat, target tercapai, dan kolaborasi terasa ringan. Namun ada pula masa ketika energi terkuras oleh dinamika internal, penyesuaian akademik, hingga tuntutan eksternal yang datang bersamaan. Dari situ saya belajar bahwa konsistensi sering kali lebih penting daripada intensitas, dan keberlanjutan jauh lebih bermakna daripada sekadar pencapaian sesaat.
Sebagai organisasi yang masih membangun identitas, HMJBD periode ini banyak diisi oleh proses merintis, merapikan sistem, menyusun struktur kerja, dan menanamkan budaya profesional tanpa kehilangan rasa kekeluargaan. Tidak semuanya langsung berhasil. Namun setiap langkah kecil seperti rapat yang panjang, diskusi alot, hingga evaluasi yang jujur menjadi fondasi yang mungkin tidak langsung terlihat, tetapi sangat menentukan arah ke depan.
Yang paling berharga dari perjalanan ini bukanlah daftar program atau angka capaian, melainkan manusia-manusia di dalamnya. Mereka yang belajar memimpin untuk pertama kalinya. Mereka yang bertahan meski lelah. Mereka yang bekerja dalam diam tanpa banyak sorotan. Dari mereka saya memahami bahwa organisasi hidup bukan karena satu figur, melainkan karena komitmen kolektif.
Kini, ketika periode ini sampai pada akhirnya, saya menyadari bahwa jabatan memang selesai, tetapi nilai tidak pernah benar-benar berakhir. Apa yang dipelajari di sini, tentang tanggung jawab, komunikasi, dan keberanian mengambil keputusan akan terus dibawa ke ruang-ruang lain di luar himpunan.
Untuk kepengurusan selanjutnya, HMJBD tidak membutuhkan kesempurnaan. Ia membutuhkan keberanian untuk melanjutkan, memperbaiki, dan menulis ceritanya sendiri. Jangan merasa harus menyaingi masa lalu. Setiap periode memiliki tantangannya masing-masing, dan setiap tantangan punya caranya sendiri untuk diselesaikan.
Tulisan ini bukan penutup yang dramatis, melainkan jeda sejenak untuk menoleh ke belakang sebelum melangkah ke depan. Sebuah pengakuan bahwa perjalanan ini tidak selalu mudah, namun selalu bermakna.
Karena pada akhirnya, organisasi yang baik bukan yang tidak pernah goyah, tetapi yang terus belajar berdiri kembali.
Terimakasih, jagalah rumah ini.
Dari Kebebasan Lahir Perubahan.
Tertanda,
Wirayuda Aditya Jaya, CEO HMJBD 2025.
